Aktivis Anggap Pernikahan Dua Wanita Sekaligus, Lecehkan Wanita

 

 

Goodbuzz.net – Aktivis wanita menyetujui dan mendukung tindakan Kemenag Sumatera Selatan yang membatalkan pernikahan Cindra dengan dua wanita sekaligus. Baginya, kebiasaan tersebut sangat tidak menguntungkan bagi pihak wanita dan termasuk pelecehan.

“Saya mendukung Kemenag Sumsel membatalkan rencana pernikahan itu, karena itu sangat tidak baik dan negara kita menganut hukum positif, bukan hukum Islam. Saya juga sangat prihatin, secara tidak langsung itu sangat melecehkan martabat perempuan,” ungkap Direktur Eksekutif Women Crisis Center Palembang, Yeni Roslaini.

Walaupun perangkat desa serta kecamatan mengungkapkan pernikahan seorang pria dengan dua wanita sekaligus telah biasa terjadi, tetapi kebiasaan tersebut dianggap sangat merugikan. Terlebih nantinya bagi dua calon istri serta anak hail pernikahannya.

“Kebiasaan ini yang harus disikapi oleh pemerintah dan dilakukan pembinaan, apalagi jika sudah dianggap biasa di masyarakat sekitar. Jika tetap memaksakan untuk melakukan nikah siri, itu yang pasti rugi adalah perempuan dan anak dari hasil pernikahan,” katanya.

“Sejatinya pernikahan adalah untuk menciptakan rumah tangga yang baik dengan tujuan baik. Tetapi jika ada pernikahan lebih dari satu orang secara bersamaan, inilah yang dinilai sudah tidak adil sejak awal akan dilangsungkannya pernikahan dan saya menyarankam untuk tidak memaksakan diri,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, akad pernikahan Cindra Indah Lestari dan Perawati mulanya akan dilakukan pada minggu depan, tetapi agenda tersebut sudah dibatalkan oleh Kemenag Sumsel serta pihak keluarga juga telah mencabut permohonan nikah yang telah didaftarkan di KUA Lais.

Akhirnya keluarga mengungkapkan akan melakukan akad nikah yang secara agama islam dan akan mengurus persyaratan nikah setelah melaksanakan resepsi pada tanggal 9 November nanti.

“Di desa ini sudah tiga kali ada yang nikah dua wanita satu pria dalam satu pelaminan dan sudah biasa, tidak ada yang aneh. Alasannya ya karena cinta dan memang sudah disepakati dari awal sebelum melangsungkan pernikahan,” ungkap Panser sebagai Kepala Desa Teluk Kijing III.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *